INUL S. WAHYUDI

We Are Tobacco People...


GREEN LEAF THRESHING (GLT)

TAHAPAN PROSES

PRE THRESHING

Tujuan dari pre threshing adalah:
۩ Mengatur dan mengontrol kesesuaian kerataan penataan meja maupun prosentasenya.
۩ Mencampur beberapa grade tembakau sesuai dengan prosentase dalam blend.
۩ Menyeragamkan dan mempersiapkan MC serta temperatur sebelum masuk thresher.
۩ Pengambilan tembakau off blend maupun NTRM.

Proses yang tejadi selama pre threshing:
۩ Mempersiapkan semua material tembakau sesuai dengan kebutuhan blend di Buffer Green Stock sebelum mulai proses. Mateial tersebut diambil dari Green Receiving Storage. Sebelum masuk ke GLT, palet berisi bal terlebih dahulu ditimbang dan masing-masing bal di scan barcode kembali untuk mengetahui kesusutan green selama penyimpanan di GRS serta input data bal yang masuk ke proses.
۩ Menata material tembakau pada feeding table sesuai dengan grade dan komposisi (prosentase) tiap grade dalam blend (by bundle or by bale). Untuk tembakau rajangan maupun krosok native dihitung by bale sedangkan tembakau FC (Flue Cured) dan AC (Air Cured) yang biasanya berbentuk untingan dihitung by bundle.
Perhitungan jumlah bundle atau bal dalam setiap meja tergantung pada prosentase dari grade tersebut dalam blend serta berapa flowrate. Semakin tinggi prosentase maka jumlah meja juga akan semakin banyak dan semakin tinggi flowrate maka kebutuhan bal juga akan semakin tinggi.
Feeding table ada 2 line dan untuk setiap line nya terdapat 10 feeding table. Biasanya untuk tembakau FC dan AC jumlah bundle per meja ada 5 bundle sehingga totalnya 100 bundle. Sedangkan untuk tembakau native, jumlah bal per meja berkisar 7-8 bale dengan total 150 bal. Penghitungan ini telah disesuaikan dengan kapasitas mesin dan sebagai dasar penentuan flowrate per jamnya.
Dalam feeding table disamping terdapat pekerja yang feed in material tembakau sesuai dengan prsentase juga terdapat pekerja yang posisinya berdekatan dengan tips cutter atau tie leaf cutter yang bertugas untuk mengambil bundle yang off blend. Hal ini dilakukan agar blend quality yang dihasilkan stabil. Sedangkan bundle offblend selanjutnya di simpan sementara di buffer green stock dan akan digunakan untuk blend lain yang sesuai.
۩ Tembakau masuk ke dalam tipping dan tie leaf cutter untuk memotong dan memisahkan bagian ujung daun tembakau (tips) dan pembukaan bundle. Ukuran pemotongan tips sekitar 30% atau 1/3 dari panjang daun dan 70% atau 2/3 untuk bagian butts.
Untuk tembakau native, biasanya dilakukan full thresh sehingga material akan langsung di bypass tanpa ada pemotongan bagian tips nya maupun pembukaan bundle (karena tembakau native berupa loose leaf).
Tips dan butts akan masuk ke line yang berbeda.

Butts line
۩ Cek bundle dan pengambilan NTRM sebelum masuk Conditioning I (Direct Conditioning Cylinder). Cek bundle difungsikan jika ada bundle yang belum terbuka setelah melewati tie leaf cutter. Jika jumlah bundle yang lolos banyak maka dilakukan perbaikan settingan tie leaf cutter. Pengambilan NTRM untuk mengeleminir NTRM dalam produk.
۩ Butts masuk ke Conditioning I (Direct Conditioning Cylinder) untuk menaikkan dan menyeragamkan MC dan temperature. Proses ini akan membuat tembakau menjadi lebih terbuaka dan terurai sehingga memudahkan pengambilan butt yang off blend dan NTRM.
۩ Sebelum masuk picking table, material melewati desander, yaitu suatu alat yang berfungsi untuk memisahkan partikel kecil dan berat seprti batu, pasir dan logam. , untuk setiap line di butt line dibagi menjadi 2 picking table menggunakan flow splitter. Hal ini ditujukan agar tumpukan butt tidak terlalu banyak sehingga pengambilan butt yang off blend dan NTRM dapat lebih efektif. Di bagian ujung tiap picking table terdapat Velcro roller yang berfungsi untuk mengikat material NTRM yang berbentuk serabut dan benang.
۩ Material butts dikondisikan kembali MC dan temperaturnya dalam Conditioning II (Smart Conditioning) untuk mempersiapkan butts sebelum masuk ke thresher. MC yang diberikan harus tepat, jika terlalu kering tembakau akan hancur dan jika terlalu basah bisa menyebabkan blocked dan kemacetan.
۩ Untuk mengatur kerataan aliran material dalam thresher, digunakan incleaned band agar dalam 1 conveyor bisa terisi merata material butt, autofeeder untuk mengatur aliran butt agar stabil yang masuk ke thresher serta proportional feeder untuk membagi butt ke beberapa thresher dengan kuantitas yang sama.

Tips line
۩ Tips masuk ke tips conditioning agar tembakau tips tersebut dapat diuraikan dan dinaikkan kadar air dan temperaturnya supaya lebih elastis dan tidak hancur.
۩ Setelah itu tembakau dia air legg masuk ke picking table untuk pengambilan NTRM dan material tips yang off grade.
۩ Material tips nantinya tidak masuk dalam thresher namun langsung menuju combine conveyor untuk bertemu material lamina dari butts yang telah masuk thresher.

THRESHING
Pada tahap threshing, material butts akan mengalami proses pencabikan untuk memisahkan lamina dari stemnya.
Tahap dalam proses threshing di GLT :
Threshing stage 1
۩ Terdapat 4 mesin thresher dengan basket diamond dan 5 MS (Multi Separator). Dalam mesin thresher ini terdapat gigi diam (stator) dan gigi gerak (rotor) yang berfugsi untuk memisahkan stem dan lamina sedangkan basket berfungsi sebagai saringan, sehingga jika ukuran lamina lebih besar dari basket maka gigi rotor akan memecah kembali sampai lamina tersebut lolos dari basket. Gigi rotor ini akan senantiasa berputar dan menghantamkan material ke gigi stator untuk memisahkan stem dan lamina nya hingga lamina tersebut bisa lolos melewati basket di bawahnya.
۩ Material yang keluar dari thresher akan masuk ke Multi Separator melewati inlet winower. Inlet winower akan mendorong dan menghantamkan material pada dinding chamber multi separator untuk lebih membuka dan menguraikan material sehingga diharapkan proses pemisahan free lamina dengan material yang berat dapat terjadi lebih sempurna. Sedangkan aliran angin yang terdapat pada multi separator disebabkan oleh adanya fan. Selain terdapat inlet winnower dan fan, dalam multi separator biasanya dilengkapi dengan dust separator dan air lock.
۩ Fan yang terdapat pada MS berfungsi untuk mendorong dan menghisap. Material yang lebih berat daripada daya dorong fan akan jatuh bawah menuju ke Multi Separator dan / thresher selanjutnya sedangkan material ringan yang terdorong keatas merupakan free lamina yang selanjutnya masuk dalam dust separator.
Dalam dust separator terdapat screen dengan ukuran 1 mm yang berbentuk tabung yang menyesuaikan bentuk dari dust separator dimana material yang tertarik jika ukuran lebih kecil dari 1 mm akan melewati screen dan masuk ke fan. Di dalam fan, dust akan dipisahkan dengan udara dimana dust akan dihisap (air legg) ke dust room sedangkan udara digunakan kembali untuk mendorong material.
Sedangkan untuk material yang over 1 mm akan ditarik oleh air lock menuju ke band conveyor dan dialirkan menuju vibratory shaker. Funsi dari air lock adalah untuk mengunci udara yang ada di dalam system sirkulasi multi separator tidak bocor dan menghambat masuknya udara luar masuk ke dalam system sirkulasi udara di dalamnya. Sehingga free lamina dapat jatuh ke band conveyor dan dialirkan menuj vibrtory screen. Dalam vibratory screen akan terjadi pemisahan lamina berdasarkan ukurannya.

Threshing stage 2
۩ Terdapat 2 mesin thresher dengan basket diamond dan 3 MS (Multi separator)
۩ Material butts dari thresher 1 dicabik-cabik kembali untuk dipisahkan lamina dan stemnya oleh thresher dan dipisahkan antara material berat dengan yang ringan dengan menggunakan MS (Multi Separator).
۩ Material berat (stem yang masih ada laminya) akan masuk ke thresher selanjutnya sedangkan yang ringan akan masuk ke vibratory shaker untuk memisahkan lamina berdasarkan ukurannya.

Threshing stage 3
۩ Terdapat 1 mesin thresher dengan basket diamond dan 2 MS (Multi separator)
۩ Material butts dari thresher 2 dicabik-cabik kembali untuk dipisahkan lamina dan stemnya oleh thresher dan dipisahkan antara material berat dengan yang ringan dengan menggunakan MS (Multi Separator).
۩ Material berat (stem yang masih ada laminya) akan masuk ke thresher selanjutnya sedangkan yang ringan akan masuk ke vibratory shaker untuk memisahkan lamina berdasarkan ukurannya.

Threshing stage 4
۩ Terdapat 1 mesin thresher dengan basket diamond dan 1 MS (Multi separator).
۩ Material butts dari thresher 1 dicabik-cabik kembali untuk dipisahkan lamina dan stemnya oleh thresher dan dipisahkan antara material berat dengan yang ringan dengan menggunakan MS (Multi Separator).
۩ Material berat (stem yang masih ada laminya) akan masuk ke thresher selanjutnya sedangkan yang ringan akan masuk ke vibratory shaker untuk memisahkan lamina berdasarkan ukurannya.
۩ Vibratory shaker dari tahap 1-4 memisahkan partikel berdasarkan ukuran laminanya.. Partikel dengan ukuran Total Over ¼” akan bergabung dengan tips dari tips line di combine conveyor. Sedangkan material thru ¼” akan masuk ke sebagai fines.

DRYING
Proctor Lamina Dryer
Untuk mengkondisikan material tembakau agar memiliki spesifikasi MC dan temperatur yang sesuai untuk proses packing dan aging.
Proctor Lamina Dryer terdiri dari tiga bagian (zona), yaitu:
Drying Zone
Pada drying zone ini tembakau dikeringkan atau kandungan airnya diturunkan (MC = + 9 %, suhu 70-75 derajat C). Drying zone terdiri dari 2 zone lagi, yaitu:
۩ 2 zone air up : menggunakan air up supaya material yang masih basah (MC nya masih tinggi) benar-benar tersebar.
۩ 1 zone air down : menggunakan air down supaya tembakau yang akan masuk ke cooling zone tidak berhamburan.

Cooling Zone
Tembakau diturunkan suhunya (MC = + 14%, suhu 40 derajat C). Suhu material diturunkan agar dapat menerima uap air saat dikondisikan dalam ordering zone.

Ordering Zone
Material tembakau dikondisikan dengan menggunakan steam dan water. Tujuan dari zone ini untuk mengkondisikan material tembakau agar mempunyai spesifikasi MC dan temperatur yang dibutuhkan untuk proses aging (MC 12 + 1%, suhu 43 derajat C).

Proctor Stem Dryer
۩ Stem transport dari tahap terakhir thresing dikeringkan oleh alat yang disebut Apron Stem Dryer.
۩ Diayak oleh vibratory shaker.
۩ Stem berukuran kecil dibuang (disposed), sedangkan yang berukuran besar dipress, diikat, dan ditumpuk secara manual menjadi stem product.

Fines Screw Dryer
Fines yang berasal dari proses threshing dikeringkan oleh Fines Dryer.
۩ Diayak oleh vibratory shaker.
۩ Partikel dengan ukuran lebih besar dari 3 wire mesh masuk ke after proctor dryer sebelum vibratory conveyor.
۩ Partikel berukuran di bawah 3 wise mesh dilewatkan lagi pada vibratory shaker untuk dipisahkan menjadi TFD (over 1,7 wire mesh), TFS (thru 1,7 wire mesh), dan Dust (thru 0,8 wire mesh).

PACKING
۩ Setelah melalui Dryer, blend tembakau siap dikemas dalam carton box C48 dengan berat yang telah ditetapkan menggunakan roller weighing conveyor.
۩ Fish Burn Press yang berfungsi untuk mengepak tembakau dalam karton box dengan berat tertentu.
۩ Tembakau dalam box kemudian ditimbang ulang (re-weighing) dan dilewatkan hold press supaya dimampatkan lagi.
۩ Packed lamina diikat oleh alat yang disebut Automatic Strapping. Untuk analisa tingkat density case (CDCV), box diputar 180 derajat menggunakan Box Rotator.
۩ Kemudian packed lamina ditumpuk pada palet setelah diberi stacker menggunakan Otomatic Bale Stacker.
۩ Packed lamina dilokasikan di gudang kering.

2 komentar:

Artikelnya mantab pak. Salam From Tobacco People di Magelang.

artikelnya sangat membantu bagi saya sebagai pelaksana GLT. salam masaliparjito@gmail.com

Posting Komentar

<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>

Lowongan BUMN Update

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda